Kamis, 09 Februari 2017

Mengenal jenis-jenis DNS Server

Mengenal jenis-jenis DNS Server

Mengenal jenis-jenis DNS Server
1. Primary (master)
Sesuai dengan namanya, primary atau master adalah pemegang daftar lengkap dari sebuah domain yang dikelolanya. Server ini memegang otoritas penuh atas domainnya. Misalkan server ns1.arielfx.web.id memegang otoritas penuh atas domain *.arielfx.web.id. Otoritas penuh di sini berarti server ini yang bertanggung jawab untuk ditanyai nama-nama host berdomain arielfx.web.id dan sub-sub domain dibawahnya. Selain itu hanya server ini yang dapat membuat sub-domain di bawah arielfx.web.id.
2. Secondary (slave)
Server ini adalah backup dari primary server. Sama seperti primary, secondary juga memuat daftar lengkap sebuah domain. Hubungan antara primay dan secondary ini kurang lebih seperti mirror. Bila ada perubahan di primary server, secondary terus mengikutinya secara periodik. Oleh karena itu, secondary memerlukan izin dari primary untuk melakukan sinkronisasi ini. Sinkronisasi ini lazimnya disebut sebagai zona transfer. Secondary diperlukan sebagai backup bila Primary crash atau sibuk dan untuk mempermudah pendelegasian.
Dengan kata lain, DNS slave juga berfungsinya untuk membackup dns master, sehingga saat dns master down maka dns slave dapat mengantinya. Pada dns slave, konfigurasi db akan secara otomatis di transfer dari dns master.
3. Cache
Jenis ini tidak mempunyai data nama-nama host dari domain tertentu. Ia hanya mencari jawaban dari beberapa DNS server terdekat. Setelah jawaban didapatkan, datanya disimpan dalam cache untuk keperluan mendatang. DNS server cache merupakan yang paling mudah untuk dikonfigurasi.

Jenis-jenis DNS Records
Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:
§  A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit biasanya digunakan untuk IPv4.
§  AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit biasa digunakan untuk IPv6.
§  CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
§  [MX record]]’ atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
§  PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domainin-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS atau rDNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.gemaroprek.com memiliki alamat IP 192.168.1.11, tetapi sebuah rekod PTR (Pointer record) memetakan 11.1.168.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.gemaroprek.com.
§  NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada NS record.
§  SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
§  SRV record adalah catatan lokasi secara umum.


Baca selengkapnya
Pengertian Subnetting

Pengertian Subnetting

Pengertian subnetting

Subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru. Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
A.            Alasan Melakukan Subnetting
1.  Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
2.  Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address.
B.           Tujuan Subnetting
Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
2.      Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
3.      Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
4.      Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
5.      Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
6.      Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
7.      Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
C.           Fungsi Subnetting
Fungsi subnetting antara lain sbb:
Ø  Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
Ø  Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
Ø  Pengelolaan yang disederhanakan.
Ø  Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh,



D.            Proses Subnetting
Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :
1.      Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask.
2.      Menentukan jumlah host per subnet.
3.      Menentukan subnet yang valid.
4.      Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
5.      Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet


Baca selengkapnya
Pengertian Pengalamatan Jaringan

Pengertian Pengalamatan Jaringan

Pengertian pengalamatan Jaringan
Pengalamatan jaringan merupakan suatu metode pengalamatan IP yang bertujuan untuk mengatur alamat suatu komputer yang terhubung dalam jaringan global maupun lokal. Pengalamatan jaringan juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi sebuah komputer dalam suatu jaringan atau dalam sebuah jaringan internet. Pengalamatan IP berupa alamat yang terdiri dari 32-bit yang dibagi menjadi 4 oktet yang masing masing berukuran 8-bit. Format pengalamatan IP pada umumnya ditulis xxx.xxx.xxx.xxx. Sebuah alamat IP dapat dibagi dua bagian dengan menggunakan subnet mask yakni metode yang digunakan untuk membagi alamat IP dalam jaringan menjadi kelompok-kelompok tertentu. Bagian pertama di dalam alamat IP adalah Network Identifier (NetID) yang bertujuan untuk mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah jaringan internet dan bagian yang kedua adalah Host Identifier (HostID) yang bertujuan untuk mengidentifikasikan host dalam jaringan. Dalam jaringan komputer, pengalamatan IP merupakan sesuatu hal yang sangat penting karena pengalamatan ini yang akan menentukan dan mengidentifikasi alamat dari dalam sebuah komputer pada jaringan dan juga memilki identitas yang unik. Jadi, adanya alamat IP ini memudahkan untuk mengetahui sumber dan tujuan dari pengiriman paket ataupun menerima paket data.
1.1              IP Address

Setiap komputer yang ingin berhubungan atau berkomunikasi haruslah menggunakan TCP/UDP paket harus memiliki IP sebagai alat pengenal host pada jaringan internet. IP merupakan kepanjangan dari internet protocol yang juga merupakan protokol network layer yang digunakan oleh protokol TCP (Transmission Control Protocol) ataupun IP (Internet Protocol) untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer. Tentunya sebuah komputer harus memiliki IP address yang berbeda dari tiap tiap komputer. IP address merupakan sekumpulan angka dengan panjang tertentu yang digunakan untuk mengidentifikasikan alamat sebuah komputer maupun setiap host pada suatu jaringan. Dalam pemilihan alamat pada IP haruslah bersifat unik yakni dimana tidak boleh ada satu alamat IP yang sama dipakai oleh dua komputer atau host yang berbeda. Jadi, IP address merupakan sebuah alamat yang unik yang telah ditetapkan hanya untuk sebuah komputer dan tidak boleh ada alamat yang sama antar tiap tiap komputer yang bertujuan untuk memudahkan mengidentifikasi sebuah alamat komputer dalam jaringan internet. Dalam hal pengiriman sebuah data melalui jaringan internet dapat dilakukan dengan berdasarkan alamat IP address komputer pengirim dengan komputer penerima. Seperti yang diterangkan sebelumnya IP address memiliki dua bagian yakni, alamat jaringan (network address) dan alamat host (host address) dalam sebuah jaringan internet. Network address digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer dalam jaringan lokal berada, sedangkan host address digunakan untuk mengidentifikasi sebuah komputer pada jaringan lokal. Dalam sistem pengalamatan IP, ada dua sistem yang digunakan yakni alamat versi 4 (Ipv4) dan alamat IP versi 6 (Ipv6).
1.1.1        IPv4
IP address versi 4 merupakan sebuah sistem pengalamatan jaringan yang digunakan didalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang alamat dalam IPv4 adalah 32-bit dan prinsip kerjannya adalah paket-paket data ygn dimuat dalam alamat IP dari komputer pengirim data kepada alamat IP pada komputer yang akan dituju (reciever), lalu paket data tersebut selanjutya akan dikirim kedalam jaringan. Paket data kemudia dikirim dari router ke router berdasarkan alamat IP menuju alamat IP/komputer yang akan dituju. IP address versi 4 memiliki lima kelas yang berbeda, kelas ini nantinya akan menentukan batas antara prefix dengan suffix. Kelas-kelas yang ada pada IPv4 adalah sebagai berikut:
1.      Class A: network prefix 8 bit dan IP address biasanya dimulai dengan “0”. Bit pertama dari alamat IP kelas A adalah 0 dan 7 bit berikutnya merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host dan terdapat 128 network pada kelas ini, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx.
2.      Class B: network prefix 16 bit dan IP address biasanya dimulai dengan “10”. Dua bit pertama bernilai “10” dari alamat IP kelas B, 14 bit berikutnya merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Ada lebih dari 16 ribu network kelas B yakni dari 128.xxx.xxx sampai dengan 191.255.xxx.xxx dan host yang dapat ditampung pada kelas B adalah sebanyak 65 ribu host.
3.      Class C: network prefix 24 bit dan IP address dimulai dengan “110”. Tiga bit pertama diawali dengan 110 pada alamat IP kelas C, 21 bit berikutnya merupakan bit network dan 8 bit terakhir merupakan bit host. Pada alamat IP kelas C terdapat lebih dari 2 juta network dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx.
4.      Class D: network prefix multicast dan IP address dimulai dengan “1110”. Empat bit pertama adalah 1110 dan IP address pada kelas ini merupakan IP yang digunakan untuk multicast address.
5.      Class E: network prefix eksperimen dan IP address dmulai dengan “11110”. Alamat IP kelas ini memiliki sifat yang khusus sama seperti kelas D yang dimana pada kelas ini alamat IP di sini digunakan untuk bereksperimen.
1.1.2        IPv6
IPv6 yang memiliki panjang 128-bit  yang total alamatnya mencapai hingga 4 miliar akan tetapi jumlah ini mempunyai limit dalam penggunaan alamatnya dan jumlahnya pun tidak mencapai 4 miliar. IPv6 ini akan memberikan ruang yang sangat banyak dalam pemggunaan alamatnya dan dapat dipakai untuk masa depan nanti persediaanya. IP versi 6 ini juga membentuk inftastruktur routing yang di susun secara hirarki yang tujuannya untuk mengurangi kompleksitas proses routing yang panjang dan tabel routing. Berbeda dengan IP versi 4, pada IP versi 6 menggunakan konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP server yang istilah asingnya disebut stateful address configuration. Ada juga konfigutasi alamat IPv6 yang tanpa menggunakan DHCP server yang disebut dengan istilah stateless address configuration.  Dalam IPv6  bit-bit tingkat tinggi akan digunakan sebagai identitas dalam alamat IPv6 yang disebut dengan istilah Format Prefix. IPv6 tidak mengenal istilah subnetting  yang ada hanyalah format prefix. Dalam IPv6 pengalamatan didefinisikan dalam RFC 2373. IPv6 ini memiliki fitur-fitur baru yakni sebagai berikut:
1.      Peningkatan kapasitas menjadi 128 bit.
2.      Penyederhanaan format header untuk mempercepat pemrosesan paket.
3.      Option dan ekstensi header agar lebih efisien dalam penerusan paket (packet forwarding).
4.      Kemampuan pelabelan aliran untuk kualitas layanan yang lebih baik.
5.      Autentifikasi dan kemampuan privasi untuk keamanan.
6.      Konfigurasi yang otomatis.
7.      Alamat yang anycast (penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah grup).
1.1.3        Kategori IP Address
IP address  memiliki beberapa kategori diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Unicast
Menyediakan komunikasi secara point to point.
2.      Multicast
Menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam grup yang sama dengan byte awal FF.
3.      Anycast
Menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah grup.
1.1.4        Alamat cakupan IP address
Alamat dalam IP address dibagi menjadi 3 bagian, yakni:
1.      Link Local yakni alamat yang mengijinkan komunikasi dalam satu sibnet.
2.      Site Local yakni alamat yang mengijinkan komunikasi dalam satu intranet.
3.      Global Address yakni alamat yang mengijinkan komunikasi dalam internet.
1.2              Subnetting
Subnetting merupakan suatu cata untuk mengatasi masalah yang ada pada alamat IP atau memecah bagian dari sebuah alamat IP guna mendapatkan kecepatan pengiriman sebuah paket data dan mencegah adanya kehilangan paket data. Teknik subnetting memiliki tujuan dalam penggunaanya yakni sebagi berikut:
1.      Untuk mengefisiensikan IP address.
2.      Mengatasi masalah topologi pada jaringan network.
3.      Untuk mengurangi tingkat congesti dalam suatu network.
4.      Untuk mengatasi perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network.
Selain itu subnetting sendiri memiliki keunggulan diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Dengan subnetting IP address menggunakan hierarki 3-layer yakni, network, subnet, dan host.
2.      Meningkatkan efisiensi IP address dengan tidak mengkonsumsi keseluruhan address kelas B dan C untuk tiap jaringan fisik.
3.      Mengurangi kompleksitas router karena router eksternal tidak mengetahui mengenai teknik subnetting ini, kompleksitas table routing pada eksternal router dikurangi.


Baca selengkapnya

Pengertian Ubuntu

Pengertian Ubuntu



Ubuntu Merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti "kemanusiaan kepada sesama". Ubuntu dirancang untuk kepentingan penggunaan pribadi, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah dipakai secara luas.
Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.


Macam Macam Ubuntu :
1. Edubuntu
adalah distro Linux yang dirancang untuk dipergunakan dalam sekolah/ruang kelas. Edubuntu merupakan singkatan dari akronim bahasa Inggris education Ubuntu, yang terjemahan bebasnya kira-kira: "pendidikan untuk semua orang". Edubuntu merupakan varian dari Ubuntu.
Edubuntu lebih dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan komputasi server-workstation. Edubuntu menggunakan aplikasi thin client LTSP, terminal komputer tanpa disk.
Desktop Edubuntu sendiri masih menggunakan GNOME dan GDM sebagai display manager-nya. Aplikasi yang disertakan sendiri merupakan gabungan dari aplikasi-aplikasi GNOME dan KDE, namun diutamakan aplikasi-aplikasi pendidikan untuk anak umur 6 sampai 18 tahun.


2. Gobuntu

Gobuntu merupakan turunan resmi dari sistem operasi Ubuntu yang dikandung untuk memberikan distribusi yang terdiri sepenuhnya dari perangkat lunak bebas.
Karena Ubuntu sekarang menggabungkan "perangkat lunak bebas hanya" pilihan installer, proyek Gobuntu itu dianggap berlebihan pada awal 2008. Akibatnya Canonical membuat keputusan resmi untuk mengakhiri proyek Gobuntu dengan versi 8.04. Pada bulan Maret 2009, diumumkan bahwa "Gobuntu 8.04.1 adalah rilis final Gobuntu. Proyek ini telah bergabung kembali ke utama Ubuntu, sehingga tidak perlu untuk distribusi terpisah".


3. Kubuntu

Kubuntu merupakan varian resmi dari Ubuntu yang menggunakan KDE sebagai lingkungan Desktop nya, berbeda dengan Ubuntu yang menggunakan Gnome dan Xubuntu yang menggunakan Xfce sebagai lingkungan desktop nya. Kubuntu didistribusikan secara gratis, Kubuntu bisa didapatkan dengan cuma-cuma, baik melalui media unduh atau ShipIt. Kubuntu berasal dari bahasa bemba yang berarti "Untuk Kemanusian".





4. Lubuntu

Lubuntu adalah sebuah proyek yang dimaksudkan untuk menghasilkan suatu turunan resmi dari sistem operasi Ubuntu yang "lebih ringan, lebih sedikit menggunakan sumber daya dan efisien energi", menggunakan lingkungan desktop LXDE.
Desktop LXDE menggunakan window manager Openbox dan dimaksudkan untuk menjadi sistem yang rendah persyaratan, menggunakan RAM sedikit untuk netbook, mobile devices dan PC (komputer) tua. Dalam tugas ini Lubuntu akan bersaing dengan Xubuntu.
Nama Lubuntu adalah kombinasi dari LXDE dan Ubuntu. LXDE adalah singkatan dari Lightweight X11 Desktop Environment, sedang Ubuntu berarti "perikemanusian terhadap sesama manusia" dalam bahasa Zulu dan bahasa Xhosa.

5. Xubuntu

Xubuntu adalah sebuah distribusi Linux dan varian resmi yang berbasiskan Ubuntu yang menggunakan lingkungan desktop Xfce. Xubuntu ditujukan untuk pengguna yang menggunakan komputer dengan kinerja rendah atau mereka yang mencari lingkungan meja yang lebih efisien pada komputer dengan kinerja tinggi. Xubuntu dirilis setahun dua kali, mengikuti pola rilis Ubuntu. Xubuntu menggunakan nomor versi dan nama kode yang sama dengan Ubuntu, memakai tahun dan bulan rilis sebagai nomor versi.




6. Ubuntu JeOS

JeOS adalah singkatan untuk Sistem Operasi Just Enough yang berlaku untuk alat perangkat lunak.
JeOS mengacu pada sebuah sistem operasi khusus yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi tertentu. Ini bukan generik, satu ukuran cocok untuk semua sistem operasi sehingga hanya perlu menyertakan potongan-potongan dari suatu sistem operasi (misalnya, kernel) yang diperlukan untuk mendukung aplikasi tertentu dan komponen pihak ketiga lain yang terkandung dalam alat.
Hal ini membuat alat yang lebih kecil, dan mungkin lebih aman daripada aplikasi yang berjalan dibawah penuh tujuan umum OS.



7. Ubuntu Mobile

Ubuntu Mobile Internet Device Edition adalah distribusi Ubuntu yang rencananya beroperasi di platform Intel Mobile Internet Device, komputer bergerak x86 yang diperkuat prosesor Intel Atom. Ubuntu Mobile rencananya memakai kerangka kerja GNOME, Hildon, sebagai dasar GUI-nya.
Para produsen perangkat dapat menyesuaikan (kustomisasi) distribusi mereka, termasuk fitur-fitur seperti Flash, Java, atau antarmuka kustom.
Ubuntu Mobile berhenti dikembangkan pada tahun 2009 dan penggantinya,Ubuntu for phones, diluncurkan pada tanggal 2 Januari 2013.
8. Ubuntu Netbook Edition

Ubuntu Netbook Edition ( UNE ) , yang dikenal sebagai Ubuntu Netbook Remix ( UNR ) sebelum rilis dari Ubuntu 10.04 adalah versi Ubuntu yang telah dioptimalkan untuk memungkinkan untuk bekerja lebih baik pada netbook dan perangkat lain dengan layar kecil atau dengan Atom CPU Intel .
UNE yang tersedia mulai dengan Ubuntu release 8.04 ( " Hardy Heron " ) . UNE juga sistem operasi terinstal opsional ( OS ) pada beberapa netbook seperti Dell Inspiron Mini 10v dan NB100 Toshiba , dan juga berlari pada model populer seperti Acer Aspire One dan Asus Eee PC .
Canonical , para pengembang Ubuntu , yang bekerja sama dengan Moblin proyek untuk memastikan optimasi untuk kebutuhan perangkat keras yang lebih rendah dan hidup baterai yang lebih lama.
Dimulai dengan versi 10.10 , Ubuntu Netbook Edition menggunakan desktop Unity sebagai antarmuka desktop . Antarmuka netbook klasik yang tersedia di repositori software Ubuntu sebagai opsi.
Karena Ubuntu edisi desktop yang telah pindah ke antarmuka Unity sama dengan edisi netbook , dimulai dengan Ubuntu 11.04 , edisi netbook telah bergabung ke dalam edisi desktop yang.

9. Ubuntu Server

Ubuntu juga menawarkan sistem operasi dalam edisi server . Ubuntu 10.04 Long Term Support ( LTS ) rilis dijadwalkan untuk menerima update terus sampai April 2015. Dimulai dengan 12,04 dukungan dari varian desktop yang LTS telah diperpanjang untuk mencocokkan 5 tahun dari server varian . Dukungan jangka panjang termasuk update untuk mendukung fitur baru dari perangkat keras komputer terbaru , patch keamanan dan update ke ' Ubuntu tumpukan ' ( infrastruktur komputasi awan ).
Ubuntu 10.04 Server Edition juga dapat berjalan pada VMware ESX Server , Oracle VirtualBox dan VM , Citrix Systems XenServer hypervisor , Microsoft Hyper - V , QEMU , berbasis Kernel Virtual Machine , atau lainnya PC emulator kompatibel IBM atau virtualizer . Ubuntu menggunakan AppArmor modul keamanan untuk kernel Linux yang diaktifkan secara default pada paket perangkat lunak kunci, dan firewall diperluas ke layanan yang umum digunakan oleh sistem operasi . Rumah dan direktori swasta juga bisa dienkripsi . The 10.04 versi server MySQL 5.1 meliputi , Tomcat 6 , OpenJDK 6 , Samba 3.4 , Nagios 3 , PHP 5.3 , Python 2.6 . Banyak dari layanan yang hanya memakan waktu 30 menit untuk mengkonfigurasi .
Ubuntu 10.04 LTS Server mendukung dua arsitektur utama : Intel x86 dan AMD64 . Edisi server menyediakan fitur seperti file / jasa cetak, web hosting , email hosting , dll. Ada beberapa perbedaan antara Ubuntu Server Edition dan Ubuntu Desktop Edition walaupun keduanya menggunakan repositori apt yang sama . Perbedaan utama antara dua edisi adalah kurangnya instalasi default lingkungan X Window di edisi server , meskipun GUI dapat diinstal seperti GNOME atau Unity ( Ubuntu 11.04 ) , KDE ( Kubuntu 11.04 ) , XFCE ( Xubuntu 11.04 ) , serta lebih sumber daya ekonomis GUI seperti Fluxbox , Openbox dan Blackbox . Sampai Ubuntu 10.10 , versi kernel yang berbeda. Tapi dalam versi , sampai sekarang , tidak ada versi kernel yang berbeda lagi di Server Edition dan Edisi Desktop . edisi server menggunakan modus layar berbasis karakter interface untuk instalasi , bukannya proses instalasi grafis .
Ubuntu Server juga dibagikan secara gratis. Pengguna dapat memilih untuk membayar dukungan konsultasi dan teknis . Sebuah kontrak dukungan tahunan dengan 9x5 mendukung bisnis jam adalah sekitar $ 750 per server , dan kontrak yang mencakup 24x7 lebih dari satu tahun biaya $ 1.200.




10. Ubuntu Tv

Ubuntu TV adalah sistem operasi smart TV yang dikembangkan oleh Canonical, berdasarkan pada sistem operasi Ubuntu dan menggunakan user interface Unity Hal ini dirancang untuk TV ruang tamu dengan menggunakan remote control.
Ubuntu TV adalah varian dari distribusi Linux Ubuntu yang dirancang khusus untuk embedded system diintegrasikan ke televisi. Hal itu disampaikan oleh Canonical di CES 2012 dengan slogan "TV bagi manusia". Ubuntu TV ditunjukkan di Mobile World Congress 2012. Ubuntu untuk Android akan menggunakan Ubuntu antarmuka TV ketika terhubung ke TV. Ubuntu TV akan didasarkan pada Ubuntu 12.04, kemampuan untuk merekam dan memutar video, DVD-Video dan dukungan Blu-ray Disc, sentuhan siap-interface kemampuan untuk mengintegrasikan semua sistem penyiaran terestrial standar dan layanan juga satelit dan kabel, kemampuan untuk streaming musik, foto dan video dari PC ke TV dan aplikasi yang dirancang khusus untuk Ubuntu TV.


 

11. Ubuntu For Android

Ubuntu untuk Android, saat ini sedang dikembangkan, adalah varian bebas dan open source Ubuntu dirancang untuk berjalan pada ponsel Android. Hal ini diharapkan untuk datang pre-loaded pada beberapa ponsel. Sebuah Ubuntu untuk Android mock-up ditunjukkan di Mobile World Congress 2012. Ubuntu dan Android berjalan pada waktu yang sama pada perangkat mobile, tanpa emulasi atau virtualisasi, dan tanpa perlu reboot. Hal ini dimungkinkan karena baik Ubuntu dan Android berbagi kernel yang sama (Linux

Baca selengkapnya

Pengertian Debian



Pengertian Debian



Debian adalah sistem operasi berbasis open source yang di kembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarelawan yang ingin mengembakan debian. Sistem operasi debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel linux, sehingga lebih suka di sebuat dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi ini yang mengunakan kernel linux yang merupakan salah satu distro linux yang populer dengan kesetabilannya. Rata-rata distro turunan dari debian adalah yang paling banyak digunakan di dunia, contoh  seperti : Ubuntu, Linux Mint, dan Bactrack.


Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock seorang mahasiswa dari Universitas Purdue Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993. Nama debian sendiri adalah singkatan, yang berasal dari kombinasi nama Ian Murdock (pembuat debian) dengan mantan kekasihnya Debra Lynn, dan kemudian di singkat menjadi kata “DEBIAN”.

Fungsinya bisa sebagai server jaringan atau pengatur proses jaringan seperti router, repeater dan yang lainnya selain itu (Operating System) os debian juga terkenal dengan kesetabilannya di banding dengan distro linux yang lainnya os debian lebih stabil, jadi kita bisa memakai atau memaksimalkannya dengan pc atau laptop yang spesifikasinya low atau rendah.  Os debian juga berfungsi untuk Troubleshooting dalam arti bisa mendeteksi kesalahan yang ada pada hardware, software maupun dari netwok/jaringan.
Baca selengkapnya